BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Jumat, 22 Juni 2012

SEJARAH KELEMBAGAAN, CONSEPTUAL FRAMEWORK DAN IFRS SEJARAH KELEMBAGAAN

SEJARAH KELEMBAGAAN, CONSEPTUAL FRAMEWORK DAN IFRS SEJARAH KELEMBAGAAN Pengaruh manajemen dalam pembentukan prinsip-prinsip akuntansi muncul dari meningkatnya jumlah pemegang saham dan peranan ekonomik dominan yang dimainkan oleh korporasi industri setelah 1900. Penyebaran kepemilikan saham memberi peluang bagi manajemen untuk mengendalikan bentuk dan isi pengungkapan akuntansi. Ketergantungan pada inisiatif manajemen menimbulkan konsekuensi sbb: Sebagian besar.teknik akuntansi tidak memiliki dukungan teoritis. Selama tahun 1920-an nilai pasar saham naik lebih tinggi dibanding dengan nilai riil terjamin yang mendasarinya sampai seluruh struktur tersebut ambruk pada saat terjadinya malaise (crash) pasar modal tahun 1929. Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Franklin D. Roosevelt berusaha untuk menangkal terjadinya depresi dan di antara berbagai tindakan yang diambil. Ia menciptakan satu badan yang diberi nama Securitiesa and Exchanges Commission (SEC atau Bapepam AS). Badan ini bertanggung jawab untuk melindungi kepentingan para investor dengan memastikan adanya ketentuan mengenai pengungkapan yang lengkap dan layak di dalam peraturan pasar modal. Keberadaan SEC ini telah memacu profesi akuntansi untuk bersatu dan menjadi lebih cerdik dalam mengembangkan prinsip-prinsip akuntansi serta etika profesi untuk mengatur profesi akuntansi. Hal ini menimbulkan terbentuknya beberapa organisasi sektor swasta yang berbeda, dimana setiap organisasi mempunyai tanggung jawab untuk menertibkan standar–standar akuntansi. Seperti yang telah kita ketahui terdapat tiga kelompok penting yang terlibat dalam laporan keuangan, yaitu para pemakai, manajer perusahan serta auditor eskternal. Pada umumnya, fungsi–fungsi ini dapat saja saling bertentangan satu sama lain. Hal ini merupakan salah satu alasan mengapa dipandang perlu untuk mengatasi pandangan yang berbeda yang dapat menimbulkan adanya penerapan metode akuntansi yang berbeda dalam keadaan yang sama. Standar ini dianggap oleh profesi sebagai cerminan posisi profesi yang diterima umum, dan harus diikuti dengan penyusunan setiap laporan keuangan, kecuali jika keadaa membenarkan adanya pengecualian terhadap standar yang ada. Standar–standar ini sering disebut Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum (Generally Accepted Accounting Principles – GAAP). Perkembangan kelembagaan Pengembangan standar akuntansi di Amerika dapat dibagi ke dalam tiga tahap yaitu tahap awal pembentukan (1930-1936), periode setelah perang dunia (1946-1959) dan periode modern (1959-sampai sekarang). a. Periode sebelum tahun 1930 Akuntansi di Amerika pada periode sebelum tahun 1930 boleh dikatakan tidak teratur. Praktek dan prosedur akuntansi yang digunakan oleh dunia usaha umumnya dianggap rahasia. Sebagai akibatnya terjadi ketidak seragaman dalam praktek akuntansi yang tidak seragam, maka mendasarkan pada laporan keuangan sebagai alat peniaian investasi dapat menyesatkan bagi investor. Masalah inilah yang memicu perlunya pengembangan standar akutansi yang seragam. b. Periode Pembentukan (1930 – 1946) Sebagai akibat dari crash di pasar modal tahun 1929 (Market crash) periode 1930 sampai 1946 memiliki pengaruh yang signifikan di dalam praktek akuntansi di Amerika. Usaha pertama mengembangkan standar dimulai dengan adanya persetujuan antara American Institut Certificed Public Accountant (AICPA) dan New York Stock Exchanges. Hasil kerjasama ini adalah format draft “Five Broad Accounting Principles” yang disiapkan oleh Komite AICPA dan disetujui oleh Komite NYSE pada tanggal 22 September 1932. Dokumen ini merupakan usaha formal untuk mengembangkan “Generally Accepted Accounting Principles” dan dimasukan ke dalam Accounting Research Bulletin (ARB) No. 43. c. Komite Prosedur Akuntansi 1936-1946 Pada tahun 1933 AICPA membentuk Komite Khusus pengembangan prinsip akutansi. Namun tidak banyak yang bisa dikerjakan oleh Komite ini dan kemudian diganti dengan Committee on Accounting Procedures (CAP) pada tahun 1936. Dalam menjawab ASR No. 4 CAP mulai tahun 1939 menerbitkan prinsip akutansi yang memiliki dukungan otoritas. Selama periode dua tahun 1938-1939 telah diterbitkan 12 Accounting Reseacrh Bulletin (ARB) . pada awalnya SEC merasa puas dengan usaha yang dilakukan oleh profesi akuntansi untuk menyusun prinsip akuntansi. Pada masa 1939–1946 ternyata tidak menghasilkan prinsip akutanasi yang komprehensif. Namun ada dua kontribusi penting yang dihasilkan. Pertama, keseragaman praktek akuntansi secara signifikan telah mengalami perbaikan. Kedua, kebijakan akuntansi yang dibuat di Amerika dibuat hanya untuk sektor swasta. Selama masa perang, CAP secara khusus menangani masalah–masalah akutansi yang berkaitan dengan transaksi perang (War transaction). d. Periode setelah Perang 1946 –1959 Setelah perang dunia berakhir terjadi bom ekonomi di Amerika. Industri-industri memerlukan tambahan modal yang sangat signifikan untuk ekpansi usaha. Laporan keuangan menjadi sumber penting untuk pengambilan keputusan. Sebagai akibatnya laporan keuangan dan standar akuntansi yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan mendapat perhatian secara nasional. Masalah utama adalah keseragaman atau komparabilitas pelaporan earring antara perusahaan yang berbeda. CAP gagal menyusun rekomendasi positif yang berkaitan dengan prinsip akuntansi secara umum. Sebagai akibatnya terjadi suplai berlebihan dari standar akutansi. Situasi ini mengakibatkan timbulnya konflik antara CAP dan SEC. Konflik ini terjadi terutama berkaitan dengan konsep laporan laba dan rugi all inclusive dan current operating performance. e. Periode berakhirnya Commitee on Accunting Procedure Periode dari tahun 1957 sampai 1959 merupakan periode transisi pengembangan standar akuntansi di Amerika. Banyak orang merasa bahwa CAP bekerja terlalu lambat dan selalu menolak terhadap isu-isu kontroversial. Dalam pertemuan tahunan AICPA tahun 1957 dibentuk Special Committee on Research Program. Laporan dari komite ini menjadi cikal bakal didirikan Accounting Principles Board (APB) dan Accounting Research Division. f. Periode Modern (1956 –Sampai Sekarang ) Dengan dibentuknya APB dan Accounting Research Division pada tahun 1959, mulailah pengembangan standar akutansi dilakukan melalui lebih dahulu. Divisi riset adalah lembaga otonom memiliki seorang direktur yang mempunyai otoritas untuk mempublikasikan hasil temuan staf riset yang berkiatan dengan pengembangan prinsip akuntansi. Bentuk dari lembaga APB mirip dengan CAP, memiliki anggota 18 sampai 21 orang yang semuanya adalah anggota AICPA. Awal dari keberadaan APB dipenuhi dengan rasa keraguan dan kegagalan. Hasil studi riset tidak diterima oleh profesi khususnya kontraversi keterkaitan dengan masalah investment tax credit. Oleh karena kritik terhadap APB bermunculan terus, maka bulan April 1971 AICPA membentuk dua grup studi yaitu “The Study Group on Establishment of Accounting Principles”. Financial Accounting Standard Board (FASB). FASB adalah suatu organisasi independen yang beranggotakan tujuh orang dan bekerja penuh di badan ini. Mereka berasal dari bidang akuntansi profesional, usahawan, wakil pemerintah dan wakil bidang akademis. Fungsi utama FASB adalah untuk mempelajari masalah–masalah akutansi dan menetapkan standar akuntansi. Standar ini diterbitkan sebagai rumusan standar akuntansi keuangan. FASB juga menerbitkan rumusan konsep akuntansi keuangan, konsep-konsep yang diperkenalkan di dalam statement standard. Struktur FASB mengalami perubaan pada tahun 1977 dan modifikasi perubahan ini sebagai hasil rekomendasi dari Structure Committee of the Financial Accounting Foundation (FAF). FAF terdiri dari 6 organisasi sponsor yaitu AAA, ACIPA, Financial Analysis Federations (FAF), Financial Executives Institute (FEI), National Association of Accountant (NAA) dari security industry Association (SIA), FAF terdiri dari 13 orang anggota yang merupakan watak dari 6 sponsor tersebut ditambah wakil pemerintah dan komposisi sebagai berikut : 1. Satu wakil AAA 2. Empat wakil Financial Analysis Predication 3. Dua wakil Financial Executives of Accountant 4. Satu Wakil National Association 5. Satu wakil Security Industry Associantion 6. Tiga wakil dari kelompok akutan pemerintah Tugas FAF adalah mengangkat board of Trustee. Board of Trustee ini telah dikembangkan untuk mengakomodasi tambahan dua anggota ini dari organisasi besar yang tidak termasuk dalam 6 organisasi sponsor yaitu industri perbankan . Board of Trustee kemudian mengangkat anggota FASB, menandai kegiatan Board dan berperan sebagai pengawas. Anggota FASB berjumlah 7 orang yang masing-masing diangkat untuk waktu 5 tahun dan menjabat maksimum 2 periode. Selama menjadi anggota FASB, mereka harus independen dan tidak boleh ada konflik interest antara anggota secara pribadi dengan public interest. Latar belakang seorang anggota FASB adalah pengetahuan akuntansi, finance dan bisnis serta memiliki perhatian serius terhadap kepentingan public. Prosedur penyusunan standar: 1) Melakukan Identifikasi masalah 2) Membentuk task force, untuk mengeksplorasi segala aspek dari masalah berupa discussion memorandum. 3) Menyebarkan discussion memorandum ke pihak-pihak yang berkepentingan. 4) Melaksanakan public hearing 5) Menerbitkan exposure draft dari standard dan dimintakan pendapat secara tertulis kepada semua pihak yang berkepentingan. 6) Menerbitkan exposure draft baru atau final vote diambil oleh dewan FASB Penyusunan Standar Akuntansi di Indonesia Penyusunan standar akuntansi di Indonesia dapat dikategorikan menjadi 2 periode yaitu: A. Periode sebelum Kongres VIII a) Organisasi dan Dana Anggota Komite SAK terdiri dari 17 orang, komite SAK bertanggung jawab terhadap pengurus pusat IAI. Komite SAK dipilih setelah tahun 1994 dan berakhir menjelang kongres tahun 1998. Dana yang digunakan diperoleh dari sumbangan, kerjasama dengan organisasi pemerintah, perusahaan dan proyek Bank Dunia atau Depkeu. b) Due Process Procedur • Penyusunan agenda topic SAK dan dibahas untuk menjadi exposure draft, kemudian diolah menjadi draft lengkap. • Exposure Draft yang telah disetujui dan disebarkan ke public sebulan sebelum diadakan public hearing. • Setelah Public Hearing komite mengadakan beberapa kali pertemuan untuk membahas dan menyetujui draft SAK final, kemudian dikirim ke pengurus pusat untuk disahkan. • Hasil komite periode 1994-1998 adalah diterbitkannya 22 SAK baru, 3 revisi SAK, 4 interpretasi SAK, dan review 35 SAK IAI berbahasa inggris. B. Periode setelah kongres VIII a. Organisasi dan Dana Anggota komite adalah 7 atau 9 orang. Komposisi anggota harus mencerminkan konstituen yaitu: pembuat laporan, auditor, pemakai laporan, pemerintah dan akademisi. Advisory Council merupakan perwakilan konstituen yang mempunyai fungsi untuk memberikan arahan dan prioritas penyusunan standar. Council juga mempunyai fungsi membantu pengurus pusat dalam pendanaan komite maupun tim teknis. b. Due Process Prosedur Perubahan yang dilakukan IAI : 1) SAK dikembangkan dan disahkan oleh komite dan perlunya perbaikan dalam due process. 2) Masa komentar terhadap exposure draft diperpanjang. 3) Publik diberikan kesempatan untuk memberikan komentar tertulis lebih banyak. 4) Kualitas bahasa exposure draft harus ditingkatkan. 5) Rapat komite harus dirancang menjadi terbuka untuk public sebagai pengamat. 6) Penyebaran hasil tertulis diperbanyak dan diperluas dengan menggunakn media yang tersedia. 8

0 komentar:

Poskan Komentar